Bagian III
Sya benar-benar dikerjain oleh kedua sabahatnya, Joan dan Iyan. Sebel sudah pasti. Iyan akhirnya jadi pulang ke Jember, untuk melanjutkan bisnisnya.
“Jahat…!!!!” Sya memekik, namun Joan dan Iyan hanya menertawakan Sya yang sudah basah kuyup. Sambil terus menggerutu Sya menuju ketepian pantai dimana Joan dan Iyan duduk di bawah pohon bakau, sambil terus menertawakan Sya. “ Tega banget seh kalian tuh, kan dingin,” Ujar Sya serasa memelas kepada kedua sahabatnya. Joan malah ikutan nambahin ngacak-ngacak rambut Sya sambil tertawa puas. “Ha..ha..ha..!!lu lucu deh Sya, kayak kucing Iyan kalo abis mandi hahaha….!” “Ga lucu dudul,” Sya duduk di antara mereka, yang sedang memandang lautan senja. Hening sejenak hanya sayu suara angin laut dan debur ombak memecah tepian pantai.
” Yan! kamu bener jadi pulang ke Jember?” Sya coba memecah keheningan, ” Yup, napa, mau ikut ya Sya?” Iyan tersenyum getir. Joan menarik nafas panjang, ” Lu serius, ninggalin kita, tapi persahabatan ini ga kan berakhir begitu saja kan Yan?” “ Oh ga dunk, bagi aku kalian udah disini,” Iyan menunjuk dirinya. “Thanks ya Yan, Sya dengan Joan juga sayang ma kamu.” Akhirnya mereka bertiga berpelukan. Suasana Senja di pantai itu kian mengharu biru dengan perasaan mereka yang berkecambuk akan perpisahaan.
Malam harinya mereka pulang ke Jakarta, selama perjalanan pulang, mereka saling membisu, sibuk dengan perasaan masing-masing.
Sya teringat akan sesuatu, Sya meraih tas rangselnya dan mengambil sesuatu dari dalam, kado mungil yang dibungkus warna hijau muda. Sya lalu ” Yan ini ada kenang-kenangan dari Sya,” Sambil menyerahkan nya ke Iyan yang duduk di samping Joan yang sedang mengemudi. “Apa ini Sya?” ” Ah cuma sesuatu yang mungkin ga berharga untuk kamu, tapi Sya harap Iyan suka,” ” Buat gw mana Sya?” Joan ikut nimbrung. ” Buat lu neh!” Sya mengambil sandal jepitnya yang dipakai dan di berikan ke Joan, “Kok sandal butut lu seh, jahat banget se lu Sya!” Iyan hanya tertawa melihat nya, “Ha..ha..ha.. kecian deh lu Joan!” Masih saja Iyan tertawa geli. “Thanks ya Sya, pasti Iyan suka deh!” Iyan tersenyum ke Sya, “Iya sama-sama.”
Iyan akhirnya kembali ke Jember kampung halamanya, setelah 6 bulan menetap di Jakarta karena ada urusan bisnis keluarga yang harus ditanganinya. Sementara Joan sekarang sibuk dengan perofesi barunya sebagai guru dan Sya masih tetap sama sibuk dengan kuliah di universitas swasta fakutas sastra yang ga lulus-lulus sambil kerja sambilan sebagai penulis lepas dibeberapa majalah remaja di Jakarta.
Persahabatan mereka tetap berlangsung meski jarak memisahkan. Pesahabatan yang awalnya terjalin dari dunia cyber blog yahoo dan berlanjut di dunia nyata, hingga terjalin ke akraban. Hingga ke saat ini. Kabar yang terdengar sih setelah satu tahun Ke pulangan Iyan ke Jember rencananya Joan dan Sya mau maen ke Jember reunian kembali sepertinya